“Kucing Ku yang Hilang”
Namaku
Nina, aku kelas V SD. Aku mempunyai hewan peliharaan, dan memberi dia nama si
manis. Si manis mempunyai bulu yang sangat lembut, yang selalu membuat aku
rindu untuk memeluk dan mengelus-elusnya. Dia selalu menemani hari-hariku, itu
yang membuatku semakin menyayanginya.
Setiap
hari aku pergi ke sekolah, disekolah aku selalu memikirkan si manis karena dia
selalu kutinggal sendiri di rumah. Aku selalu menceritakan si manis kepada
teman-temanku di sekolah, itu bukti bahwa aku bangga dan sangat menyayanginya. Aku
selalu tak sabar menanti bel pulang berbunyi. Karena aku ingin segera bertemu
dengan si manis dan berbagi cerita disekolah kepadanya.
Tak
terasa bel pulang pun berbunyi, aku menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Aku
segera membereskan buku dan alat tulisku kemudian menggendong tasku dan
bergegas pulang ke rumahku.
Walaupun
sedikit lelah aku membuka pintu rumah dengan hati yang riang gembira. Manis.....manis
teriakku memanggilnya, tapi dia tidak menghampiriku. Ku ulang lagi panggilan
itu dengan nada yang lebih keras, manis.....manis...... Dimanakah dirimu? Tetap
saja dia tidak menghampiriku. Aku masuk kedalam rumah dan menghampiri ibuku,
aku menanyakan keberadaan si manis. Tapi ibu juga tidak melihatnya, aku begitu
kaget mendengar penjelasan dari ibu. Aku tidak percaya begitu saja, aku tetap
mencarinya disekeliling rumah dan menanyakan kepada tetanggaku, namun tidak ada
satupun dari mereka yang mengetahuinya.
Aku
semakin merasa sedih dan kecewa, dan selalu terngiang dalam pikiranku,
kemanakah simanis pergi. Pertanyaan itu terus aku ulangi hingga aku menyadari
bahwa si manis telah pergi meninggalkanku. Aku pun menangis tersedu-sedu karena
aku sangat menyayangi si manis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar