Selasa, 05 Januari 2016

Naskah Drama "Keajaiban"

“KEAJAIBAN”
Di sebuah desa pinggiran kota besar ada sebuah keluarga kecil yang serba kekurangan dari segi ekonomi yang terdiri dari seorang ibu bernama Ratna, dan dua orang anaknya yang bernama Dewi 15tahun dan Ayu 6 tahun. Suami dan ayah dari kedua anak ibu Ratna telah meninggal 2 tahun yang lalu karena penyakit yang ia derita selama ini. Kesulitan yang dialami keluarga kecil ini semakin parah ketika anak sulung dari ibu Ratna yang bernama Dewi mengalami sakit parah yang tidak diketahui apa jenis penyakitnya karena ibu Ratna sendiri tidak memiliki biaya untuk membawa anaknya ke dokter atau puskesmas terdekat. Dewi kerap kali pingsan tak sadarkan diri juga sakit kepala yang ia rasakan kian menyiksa dan membuat ibunya semakin bingung harus berbuat apa.
Suatu hari, datanglah seorang dokter relawan dari kota untuk terjun langsung melihat keadaan kesehatan warga di setiap rumah yang ada di desa yang ibu Ratna tinggali. Disitulah harapan muncul di benak bu Ratna untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kondisi kesehatan anaknya.
Tibalah sang dokter ke rumah ibu Ratna, lalu dokter pun memeriksa kondisi Dewi yang sudah terbaring lemah di dalam kamarnya. Lalu bu Ratna pun bertanya pada dokter.
Ibu Ratna       : “Bagaimana kedaan anakku Dok?”
Dokter            : “Maaf bu, tapi keadaan Dewi sudah sangat parah,
   terdapat tumor di otaknya yang menyebabkan Dewi
   sering mengalami sakit kepala dan pingsan tiba-tiba
   karena rasa sakit yang ia derita. Perlu dilakukan
   tindakan operasi segara untuk mengangkat tumor
   yang ada di kepalanya bu”.
Ibu Ratna       : “Tapi bagaimana dengan biayanya dok? biaya
   operasi itu tidak sedikit, sedangkan keluarga kami,
   sangatlah tidak mampu untuk membiayai operasi
   anak kami itu dok?”
Dokter           : “Saya mengerti bu memanglah untuk tindakan
    operasi anak ibu ini memerlukan biaya yang cukup
  besar, tetapi jika tidak segera dilakukan operasi,
   nyawa anak ibu bisa menjadi taruhannya, semua
   keputusan ini tergantung pada ibu sebagai orang
   tuanya dan jika memang ibu tidak menghendaki
   dilakukannya operasi ini maka hanya keajaibanlah
   yang dapat membantu kondisi kesehatan anak ibu.”

Diluar kamar Dewi, Ayu sang adik mendengarkan percakapan antara dokter dan ibunya mengenai penyakit yang diderita kakaknya, lalu Ayu berbicara dalam hatinya sambil berfikir “oh.. jadi hanya keajaibanlah yang dapat membantu kakaku agar ia bisa sembuh dan sehat seperti sedia kala? baiklah kalau begitu jika memang ibu tidak memiliki uang untuk operasi kakak, maka aku akan berusaha membeli keajaiban itu untuk kakak dengan uang yang ada di dalam celenganku .
Keesokan harinya Ayu pergi ke sebuah apotek yang ada di pinggiran kota dekat desa tempat ia tinggal bersama ibu dan kakaknya. Lalu ia pun bertanya pada seseorang yang berjaga di apotek tersebut (Pak Madi).
Ayu                : “Permisi pak.”
Pak Madi        : “Iya dek, ada yang bisa saya bantu?”
Ayu                : “Begini pak, saya mau membeli keajaiban
   berapakah harganya pak?”
Pak Madi        : “Maaf? adek mau beli apa tadi?”
Ayu                : “Keajaiban bapak, apakah saya kurang jelas
   mengucapkannya?”
Pak Madi        : “Maaf dek, tapi disini toko yang menjual obat-
    obatan, kami tidak menjual keajaiban  yang adek
    maksud. Memangnya untuk apa Keajaiban  itu?
Ayu                : “Kakak saya sedang sakit parah di rumah, dan
   dokter mengatakan bahwa hanya keajaiban  lah
   yang dapat membantu untuk menyebyhkan penyakit
   kakak saya itu pak.”
Pak Madi        : “Maaf dek, mungkin adek salah tempat untuk
    mencari keajaiban disini, karena setahu saya yang
    namanya keajaiban itu tidak dapat dibeli.”
Ayu                : “Oh begitukah? Baiklah kalau begitu, terimakasih
   pak.”
Pak Madi        :”Iya dek, hati-hati di jalan yah.”

Ayu pun pulang kerumah dengan perasaan kecewa karena ia tidak mendapatkan “Keajaiban” yang ia cari. Setibanya Ayu dirumahnya, ia pun menghampiri ibunya sambil menangis tersedu-sedu yang sedang menyapu halaman rumahnya yang terlihat sederhana.
Ayu                 : “Ibuuuuu.”
Ibu Ratna        : “Ayu kau kenapa nak? apa terjadi sesuatu padamu?
   kau dari mana saja anakku?”
Ayu                 : “Aku tadi pergi ke toko obat di pinggir jalan sana
   bu, lalu aku ingin membeli keajaiban untuk kakak
   bu.” tangisnya tersedu.
Ibu Ratna        : “Keajaiban? Maksudmu apa nak? Bagaimana bisa
   kamu mencari keajaiban di toko obat?
Ayu                 : “Kemarin aku mendengar dokter berkata jika kakak
   hanya bisa sembuh dengan keajaiban. Memangnya
   keajaiban itu apa ibu? mengapa aku tidak bisa
   membeliya di toko obat?” Tanyanya berharap.
Ibu Ratna        : “Ayu anakku, keajaiban adalah apa yang Tuhan
   berikan kepada kita untuk meringankan beban yang
   kita hadapai saat ini, dan itu tidak bisa dibeli
   anakku yang manis.” Jelasnya ramah.
Ayu                 : “Jadi, aku tidak bisa memberikan keajaiban itu pada
   kakak untuk kesembuhannya bu?” Tanyanya sedih.
Ibu Ratna        : “Berdo’alah anakku. Mintalah pada Tuhan agar
  Tuhan bisa mengangkat penyakit kakakmu dan
   menyembuhkannya seperti sedia kala lagi, yah J.
   hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini untuk
   membantu kakakmu. kamu mau kan membantu
   kakakmu?”
Ayu                 : “Tentu saja ibu, aku sangat ingin membantu kakak
   agar ia bisa sehat lagi seperti dulu.”
Ibu Ratna        : “Anak pintar, kalau begitu berdo’alah setiap saat
   agar kakakmu bisa cepat pulih.”
Ayu                 : “Baik ibu.”

Setiap hari Ayu pun berdo’a dan meminta kesembuhan dari Tuhan untuk kakak yang sangat ia sayangi itu, tak henti-hentinya Ayu berdo’a meminta dan memohon pada Tuhan agar Tuhan bisa memberikan keajaiban itu pada kakaknya agar kakaknya bisa segera sehat seperti dulu. Namun takdir Tuhan berkehendak lain, Dewi sang kakak harus pergi meninggalkan Ayu dan Ibunya karena ia sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit yang ia derita saat ini. Kepergian Dewi pun membawa kesedihan yang teramat dalam di keluarganya, terutama di hati Ayu sang adik yang sangat menyayanginya dan berusaha untuk memberikan obat untuk penyakit yang kakaknya derita.
Pada akhirnya Ayu pun mengerti bahwa keajaiban yang dokter maksud adalah takdir atau kehendak Tuhan Yang Maha Esa yang kita tidak tahu bagaimana seharusnya, dan yang bisa kita lakukan adalah berusaha dan berdo’a lalu menyerahkan segala sesuatunya pada kuasa Tuhan Yang Maha Esa.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar