“KEAJAIBAN”
Di
sebuah desa pinggiran kota besar ada sebuah keluarga kecil yang serba kekurangan
dari segi ekonomi yang terdiri dari seorang ibu bernama Ratna, dan dua orang
anaknya yang bernama Dewi 15tahun dan Ayu 6 tahun. Suami dan ayah dari kedua
anak ibu Ratna telah meninggal 2 tahun yang lalu karena penyakit yang ia derita
selama ini. Kesulitan yang dialami keluarga kecil ini semakin parah ketika anak
sulung dari ibu Ratna yang bernama Dewi mengalami sakit parah yang tidak
diketahui apa jenis penyakitnya karena ibu Ratna sendiri tidak memiliki biaya
untuk membawa anaknya ke dokter atau puskesmas terdekat. Dewi kerap kali
pingsan tak sadarkan diri juga sakit kepala yang ia rasakan kian menyiksa dan
membuat ibunya semakin bingung harus berbuat apa.
Suatu
hari, datanglah seorang dokter relawan dari kota untuk terjun langsung melihat
keadaan kesehatan warga di setiap rumah yang ada di desa yang ibu Ratna
tinggali. Disitulah harapan muncul di benak bu Ratna untuk mengetahui bagaimana
sebenarnya kondisi kesehatan anaknya.
Tibalah
sang dokter ke rumah ibu Ratna, lalu dokter pun memeriksa kondisi Dewi yang
sudah terbaring lemah di dalam kamarnya. Lalu bu Ratna pun bertanya pada
dokter.
Ibu
Ratna : “Bagaimana kedaan anakku
Dok?”
Dokter : “Maaf bu, tapi keadaan Dewi sudah
sangat parah,
terdapat tumor di otaknya yang menyebabkan
Dewi
sering mengalami sakit kepala dan pingsan
tiba-tiba
karena rasa sakit yang ia derita. Perlu
dilakukan
tindakan operasi segara untuk mengangkat
tumor
yang ada di kepalanya bu”.
Ibu
Ratna : “Tapi bagaimana dengan
biayanya dok? biaya
operasi itu tidak sedikit, sedangkan
keluarga kami,
sangatlah tidak mampu untuk membiayai
operasi
anak kami itu dok?”
Dokter : “Saya mengerti bu memanglah untuk
tindakan
operasi anak ibu ini memerlukan biaya yang cukup
besar,
tetapi jika tidak segera dilakukan operasi,
nyawa anak ibu bisa menjadi taruhannya, semua
keputusan ini tergantung pada ibu sebagai orang
tuanya dan jika memang ibu tidak menghendaki
dilakukannya operasi ini maka hanya keajaibanlah
yang dapat membantu kondisi kesehatan anak ibu.”
Diluar
kamar Dewi, Ayu sang adik mendengarkan percakapan antara dokter dan ibunya
mengenai penyakit yang diderita kakaknya, lalu Ayu berbicara dalam hatinya
sambil berfikir “oh.. jadi hanya
keajaibanlah yang dapat membantu kakaku agar ia bisa sembuh dan sehat seperti
sedia kala? baiklah kalau begitu jika memang ibu tidak memiliki uang untuk
operasi kakak, maka aku akan berusaha membeli keajaiban itu untuk kakak dengan
uang yang ada di dalam celenganku .”
Keesokan
harinya Ayu pergi ke sebuah apotek yang ada di pinggiran kota dekat desa tempat
ia tinggal bersama ibu dan kakaknya. Lalu ia pun bertanya pada seseorang yang
berjaga di apotek tersebut (Pak Madi).
Ayu : “Permisi pak.”
Pak
Madi : “Iya dek, ada yang bisa saya
bantu?”
Ayu : “Begini pak, saya mau membeli
keajaiban
berapakah harganya pak?”
Pak
Madi : “Maaf? adek mau beli apa
tadi?”
Ayu : “Keajaiban bapak, apakah saya
kurang jelas
mengucapkannya?”
Pak
Madi : “Maaf dek, tapi disini toko
yang menjual obat-
obatan, kami tidak menjual keajaiban
yang adek
maksud. Memangnya untuk apa Keajaiban
itu?
Ayu : “Kakak saya sedang sakit parah
di rumah, dan
dokter mengatakan bahwa hanya keajaiban
lah
yang dapat membantu untuk menyebyhkan penyakit
kakak saya itu pak.”
Pak
Madi : “Maaf dek, mungkin adek
salah tempat untuk
mencari keajaiban disini, karena setahu saya yang
namanya keajaiban itu tidak dapat dibeli.”
Ayu : “Oh begitukah? Baiklah kalau
begitu, terimakasih
pak.”
Pak
Madi :”Iya dek, hati-hati di jalan
yah.”
Ayu
pun pulang kerumah dengan perasaan kecewa karena ia tidak mendapatkan
“Keajaiban” yang ia cari. Setibanya Ayu dirumahnya, ia pun menghampiri ibunya
sambil menangis tersedu-sedu yang sedang menyapu halaman rumahnya yang terlihat
sederhana.
Ayu : “Ibuuuuu.”
Ibu
Ratna : “Ayu kau kenapa nak? apa
terjadi sesuatu padamu?
kau dari mana saja anakku?”
Ayu : “Aku tadi pergi ke toko obat
di pinggir jalan sana
bu, lalu aku ingin membeli keajaiban untuk kakak
bu.” tangisnya tersedu.
Ibu
Ratna : “Keajaiban? Maksudmu apa
nak? Bagaimana bisa
kamu mencari keajaiban di toko obat?
Ayu : “Kemarin aku mendengar dokter
berkata jika kakak
hanya bisa sembuh dengan keajaiban. Memangnya
keajaiban itu apa ibu? mengapa aku tidak bisa
membeliya di toko obat?” Tanyanya berharap.
Ibu
Ratna : “Ayu anakku, keajaiban
adalah apa yang Tuhan
berikan kepada kita untuk meringankan beban yang
kita hadapai saat ini, dan itu tidak bisa dibeli
anakku yang manis.” Jelasnya ramah.
Ayu : “Jadi, aku tidak bisa
memberikan keajaiban itu pada
kakak untuk kesembuhannya bu?” Tanyanya sedih.
Ibu
Ratna : “Berdo’alah anakku.
Mintalah pada Tuhan agar
Tuhan
bisa mengangkat penyakit kakakmu dan
menyembuhkannya seperti sedia kala lagi, yah
J.
hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini
untuk
membantu kakakmu. kamu mau kan membantu
kakakmu?”
Ayu : “Tentu saja ibu, aku sangat
ingin membantu kakak
agar ia bisa sehat lagi seperti dulu.”
Ibu
Ratna : “Anak pintar, kalau begitu
berdo’alah setiap saat
agar kakakmu bisa cepat pulih.”
Ayu : “Baik ibu.”
Setiap
hari Ayu pun berdo’a dan meminta kesembuhan dari Tuhan untuk kakak yang sangat
ia sayangi itu, tak henti-hentinya Ayu berdo’a meminta dan memohon pada Tuhan
agar Tuhan bisa memberikan keajaiban itu pada kakaknya agar kakaknya bisa
segera sehat seperti dulu. Namun takdir Tuhan berkehendak lain, Dewi sang kakak
harus pergi meninggalkan Ayu dan Ibunya karena ia sudah tidak sanggup lagi
menahan rasa sakit yang ia derita saat ini. Kepergian Dewi pun membawa
kesedihan yang teramat dalam di keluarganya, terutama di hati Ayu sang adik
yang sangat menyayanginya dan berusaha untuk memberikan obat untuk penyakit
yang kakaknya derita.
Pada
akhirnya Ayu pun mengerti bahwa keajaiban yang dokter maksud adalah takdir atau
kehendak Tuhan Yang Maha Esa yang kita tidak tahu bagaimana seharusnya, dan
yang bisa kita lakukan adalah berusaha dan berdo’a lalu menyerahkan segala
sesuatunya pada kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar