Selasa, 05 Januari 2016

Hakikat Media Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang untuk memperoleh informasi, ilmu, dan pembelajaran itu sendiri. Dalam pembelajaran terdapat dua pihak yang saling mendukung untuk proses pemerolehan informasi mengenai pembelajaran itu sendiri. Salah satu unsur yang sangat mendukung dalam proses pemerolehan informasi dalam pembelajaran adalah adanya komunikasi yang terjalin antara pelajar dan pengajar dimana pelajar datang untuk mendapatkan pengetahuan pembelajaran yang diberikan oleh pengajar pada saat proses pembelajaran berlangsung, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi seorang pengajar bahwa dia juga bisa mendapatkan pembelajaran dari pelajarnya sendiri karena pembelajaran tidak terbatas hanya dapat terjadi satu arah melainkan dua arah.
Penggunaan komunikasi sebagai media penghantar untuk menyalurkan ilmu pembelajaran yang dimiliki sangatlah penting karena dengan komunikasi yang baik maka pembelajaran yang didapatkan pun akan dirasa maksimal karena proses penyampaian dari komunikasi itu memiliki sifat dua arah. Komunikasi bisa dikatakan sebagai media pembelajaran karena komunikasi merupakan alat atau sarana penyalur informasi dimana dengan adanya komunikasi yang baik maka pembelajaranpun akan berlangsung sebagaimana mestinya.
Media sendiri merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam proses pembelajaran, karena pada proses pembelajaran terdapat model, serta pendekatan yang pendidik susun sedemikian rupa untuk dapat menjalankan proses pembelajaran di dalam kelas sebaik mungkin. Dengan disusunnya model dan pendekatan pembelajaran, media mengiringi dua komponen penting dalam pembelajaran tersebut agar peserta didik dapat lebih memahami maksud dan tujuan dari model dan pendekatan pembelajaran yang dibuat oleh seorang pendidik.

Media bisa menyalurkan aspirasi-aspirasi dalam model dan pendekatan pembelajaran yang telah dibuat untuk membuat peserta didik memahami pembelajaran yang sedang dilaksanakan lebih baik lagi karena hanya dengan pemaparan secara teoritis pastinya seorang peserta didik merasa kebingungan dengan bagaimana maksud dari pembelajaran tersebut apalagi jika kita membicarakan pentingnya media pembelajaran untuk anak usia SD.
Pada anak usia sekolah dasar, dibutuhkan sesuatu yang bersifat Konkret atau bagaimana kenyataan sebenarnya agar mereka lebih mudah memahami apa maksud dan tujuan dari pembelajaran yang diberikan oleh pendidik kepada dirinya. Jadi peranan media sangatlah penting untuk menunjang poses pembelajaran di dalam kelas agar anak lebih termotifasi untuk mau belajar lebih giat lagi melalui penggunaan media pembelajaran yang pendidik berikan untuk proses pemahaman yang lebih baik lagi pada peserta didik.
Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan penggunaan media tidak terlepas dari bagaimana media itu direncanakan dengan baik. Media yang dapat merubah perilaku siswa ( behavior change) dan meningkatkan hasil belajar siswa tertentu, tidak bisa berlangsung secara spontanitas, namun diperlukan analisis dan komperhensif dengan memperhatikan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2.      Bagaimanakah hakikat media pembelajaran?
3.      Apa sajakah peranan media dalam pembelajaran?

C.    Tujuan
1.      Diharapkan mampu mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan media pembelaran.
2.      Diharapkan mampu memahami bagaimana hakikat media pembelajaran yang ada.
3.      Diharapkan mampu mengebtahui dan memahami apa dan babgabimana peranan media dalam pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Media Pembelajaran
a.      Media
Kata media berasal dari bahasa Latin, yakni medius yang secara harfiahnya berarti ‘tengah’, ‘pengantar’, ‘perantara’. Dalam bahasa Arab, media disebut ‘wasail’ bentuk jama’ dari ‘wasilah’ yakni sinonim al-wasath yang artinya juga ‘tengah’. Kata ‘tengah’ itu sendiri berarti berada di antara dua sisi, maka disebut juga sebagai ‘perantara’ (wasilah) atau yang mengantarai kedua sisi tersebut. Karena posisinya berada di tengah bisa juga disebut sebagai pengantar atau penghubung, yakni yang mengantarkan atau menghubungkan atau menyalurkan sesuatu hal dari satu sisi ke sisi yang lain (Munadi,2010;6).

Menurut Gagne, sebagaimana dikutip oleh Sadiman menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya (Sadiman,2011;4).

Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Arsyad,2011;3).

   Association for education and communication technologi (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang di pergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan education association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik.

Dalam Buku Pengantar Ilmu Komunikasi (Cangara, 2006 : 119), media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antarmanusia, maka media yang paling dominasi dalam berkomunikasi adalah pancaindera manusia seperti mata dan telinga. Pesan – pesan yang diterima selanjutnya oleh pancaindera selanjutnya diproses oleh pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan.

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media secara umum adalah alat bantu yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Alat yang dapat menyalurkan inti pesan dan dapat menarik perhatian penerima pesan untuk lebih fokus terhadap pesan yang diberikan. Disamping itu, pengertian media dapat ditinjau secara lebih khusus lagi yang mengarah terhadap penggunaan media dalam proses belajar mengajar.   

b.      Pembelajaran
Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20
Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.
Dimyati dan Mudjiono
Pembelajaran merupakan aktivitas pendidik atau guru secara terprogram melalui desain instruksional agar peserta didik dapat belajar secara aktif dan lebih menekankan pada sumber belajar yang disediakan.
Warsita 
Pembelajaran merupakan suatu bentuk usaha dalam membuat peserta didik agar mau belajar atau suatu bentuk aktivitas untuk membelajarkan peserta didik.
Corey
Pembelajaran merupakan proses dimana suatu lingkungan secara disengaja dikelola untuk menghasilkan respon terhadap situasi dan kondisi tertentu yang mana pembelajaran ini merupakan substansi dari pendidikan.
Trianto
Pembelajaran adalah salah satu aspek dari kegiatan manusia secara kompleks yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan atau dijabarkan. Secara lebih simpel, pembelajaran merupakan produk dari interaksi yang berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman. Secara umum, pembelajaran ialah usaha yang dilakukan secara sadar yang dilakukan seorang pendidik untuk membelajarkan peserta didiknya dengan memberikan arahan sesuai dengan sumber-sumber belajar lainnya untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan.
Jadi bisa disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan upaya dalam mengorganisasikan lingkungan pendidikan untu menciptakan situasi dan kondisi belajar bagi siswa yang merupakan suatu upaya penting dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi masyaratakat yang baik dan diharapkan .

c.       Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat, sarana, perantara, dan penghubung untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perbuatan, minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi pada diri siswa. Dalam media pembelajaran terdapat dua unsur yang terkandung , yaitu (a) pesan atau bahan pengajaran yang akan disampaikan atau perangkat lunak, dan (b) alat penampil atau perangkat keras. Sebagai contoh  guru akan mengajarkan  bagaimana urutan gerakan melakukan sholat. Kemudian guru tersebut menuangkan ide-idenya dalam bentuk gambar ke dalam selembar kertas, ia menggambarkan setiap gerakan sholat tersebut dalam kertas tersebut, saat di kelas ia menjelaskannya kepada siswa bagaimana gerakan sholat tersebut dengan cara memperlihatkan poster yang bergambarkan gerakan-gerakan yang telah ia buat sebelumnya. Kemudian siswapun melakukan gerakan sholati dengan apa yang terdapat dalam poster tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya poster ini termasuk ke dalam media sederhana.
Media pembelajaran, menurut Gerlach & Ely sebagaimana dalam Rayandra Asyhar, memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware), seperti komputer, televisi, projector, dan perangkat lunak (software) yang digunakan pada perangkat keras itu (Asyhar2011;7).
Sementara itu, Gagne’ dan Briggs secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (Arsyad,2011;4).
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dijadikan penghubung atau penyalur pesan dari pengirim pesan (guru) terhadap penerima pesan (murid) yang bertujuan untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Untuk mencapai tujuan yang di harapkan, media digunakan sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran. Media pembelajaran memiliki beberapa landasan dalam berbagai aspek yang semakin menguatkan bahwa betapa penting penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di sekolah.




B.     Hakikat Media Pembelajaran
Secara hakikat media pembelajaran merupakan sebuah perangkat yang digunakan dalam sebuah kegiatan pembelajaran yang memiliki banyak manfaat jika dapat digunakan secara maksimal. Beberapa manfaat tersebut di antaranya akan saya sampaikan pada ulasan berikut ini.
Media pembelajaran membantu seorang tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya. Terkadang dalam menyampaikan sebuah materi pembelajaran maka seorang tenaga pendidik memerlukan bantuan alat atau perangkat yang digunakan untuk memperjelas apa yang disampaikannya. Dengan alat atau media ini maka seorang tenaga pendidik dapat lebih menguatkan maksud dan tujuan pembelajaran kepada para peserta didik.
Media pembelajaran dapat mempermudah bagi para peserta didik dalam memahami apa yang disampaikan oleh tenaga pendidiknya. Banyak materi pembelajaran yang disampaikan oleh tenaga pendidik yang bersifat abstrak.
Sehingga hal tersebut membuat para peserta didik menjadi kebingungan tentang apa yang disampaikan oleh tenaga pendidiknya. Dengan adanya media pembelajaran tersebut maka dapat membantu para peserta didik untuk lebih memahami apa yang disampaikan tenaga pendidiknya.



Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik dan lebih bervariatif dengan adanya media pembelajaran. Banyak peserta didik yang menganggap bahwa mendengarkan penjelasan dari seorang tenaga pendidik dalam waktu yang lama merupakan sebuah kegiatan yang cukup membosankan. Nah karena hal tersebutlah maka pengembangan media ini diperlukan. Dengan adanya media pembelajaran yang menarik dan beragam maka hal tersebut cukup efektif untuk menanggulangi kebosanan yang dialami oleh para peserta didik.
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung dapat lebih fleksibel dengan adanya media pembelajaran. Jika setiap hari kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam ruangan maka hal tersebut dalam waktu yang lama akan membuat para peserta didik mengalami kejenuhan, karena hal ini lah maka sebuah media pembelajaran diperlukan. Dengan adanya media pembelajaran yang lebih fleksibel dan memungkinkan dilakukannya kegiatan pembelajaran di manapun dan kapanpun maka akan tercapailah sebuah kegiatan yang lebih efektif bagi para peserta didik.
Dapat disimpulkan bahwa hakikat pembelajaran adalah :
§ Alat komunikasi untuk membawa informasi dari pengajar ke anak didik.
§ Memberi penguatan dan motivasi
§ Mencipakan kondisi yang dikontrol dengan baik
§ Melaih kreatifitas pembutan media berbasis teknologi informasi
§ Perkembangan teknologi komunikasi

C.    Peranan Media dalam Pembelajaran
Berikut akan diuraikan berbagai peranan media dalam proses belajar mengajar (Hamalik 1997, Sadiman, 2003).
1.      Memperjelas Penyajian Pesan dan Mengurangi Verbalitas
Sesuai dengan karakteristik dari media, maka penggunaan media dapat membantu manusia mengatasi sedikit banyak keterbatasan indra manusia sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas. Penggunaan media dapat mengurangi verbalitas karena media dapat mendorong anak untuk aktif berperan serta dalam proses belajar mengajar, sehingga informasi yang diterima oleh anak didik tidak hanya dari guru saja tetapi anak didik juga turut aktif mencari dan mendapatkan informasi pembelajaran tersebut.
2.      Memperdalam Pemahaman Anak Didik terhadap Materi Pelajaran
Dengan menggunakan media dalam belajar aka nada kejelasan informasi/pesan tentang materi pelajaran yang diterima anak didik.

3.      Memperagakan Pengertian yang Abstrak kepada Pengertian yang Konkret dan Jelas
Materi pembelajaran sering kali adalah sesuatu yang bersifat abstrak. Hal yang abstrak ini tidak mudah untuk dipahami terutama untuk anak didik Taman Kanak-kanak. Oleh karena itu, media mampu menjadikan sesuatu yang bersifat abstrak dapat dipahami secara konkret dan jelas.

4.      Mengatasi Keterbatasan Ruang, Waktu dan Daya Indera Manusia
Manusia memiliki keterbatasan indera untuk bisa memahami tentang seluk beluk lingkungan kehidupannya jika hanya mengandalkan daya inderanya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan bantuan berbagai alat yaitu dengan menggunakan berbagai media. Hal ini sesuai dengan karakteristik media yaitu:
a.      Fixative Property
Media mampu menangkap, menyimpan dan merekomendasikan suatu objek atau peristiwa yang telah di masa lampau. Misalnya foto/kamera, film, video, film bingkai, dan lain-lain.
b.      Manipulative Property
Media dapat mengubah objek, waktu dan peristiwa menjadi tiga hal yakni:
1)        Close Up (objek yang terlalu kecil terlihat lebih besar) misalnya dengan media proyektor mikro, mikroskop, luv/loop, film bingkai, film, model, dan gambar.
2)      Time lapse/High-speed photography (gerak yang terlalu lambat dapat ditampilkan lebih cepat) misalnya gerakan tumbuhnya bunga dipercepat dengan media film/kamera film.
3)      Slow Motion (gerak yang terlalu cepat dapat ditampilkan lebih lambat) misalnya gerakan elang memangsa ayam yang cepat dapat diperlambat dengan film.
4)      Objek yang terlalu besar seperti rumah, gajah, peswat dapat ditampilkan bentuk kecilnya dengan model, maket, miniature, gambar atau film.
5)      Objek ang terlalu kompleks misalnya mesin-mesin dapat disajikan menjadi bentuk yang sederhana dengan model, diagram, bagan dan lain-lain.
c.       Distributive Property
Media dapat menyajikan suatu peristiwa dalam radius yang luas seperti gunung berapi, gempa bumi, iklim, kepulauan dan lain-lain sehingga dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingksi, gambar, peta/globe, radio dan lain-lain.

5.      Penggunaan Media Pembelajaran yang Tepat akan dapat Mengatasi Sikap Pasif Anak Didik
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, media dapat mendorong anak untuk berperan aktif dalam proses belajar. Anak diberi kesempatan untuk bereksperimen dan bereksplorasi secara luas terhadap media tersebut. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
a.     Menimbulkan kegairahan belajar
b.    Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
c.     Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya

6.      Mengatasi Sifat Unik pada Setiap Anak Didik yang Diakibatkan oleh Lingkungan yang Berbeda
Setiap anak didik berasal dari lingkungan keluarga yang memiliki budaya, agama, tingkat pendidikan, dan social ekonomi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap anak didik memiliki keunikan tersendiri dan berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar. Dalam hal ini guru dituntut untuk menggunakan media yang sesuai dengan para anak didiknya. Misalnya guru menggunakan variasi media untuk mengatasi perbedaan gaya belajar para anak didiknya, sehingga media tersebut akan:
a.       Memberikan perangsang yang sama
b.      Mempersamakan pengalaman
c.       Menimbulkan persepsi yang sama

7.      Media Mampu Memberikan Variasi dalam roses Belajar Mengajar
Dengan menggunakan media yang bervariasi, maka suasana pembelajaranpun akan bervariasi dan menarik bagi anak didik.

8.      Memberikan Kesempatan pada Anak Didik untuk Mereview Pelajaran yang Diberikan
Dalam proses belajar-mengajar mungkin saja ada beberapa informasi yang terllewatkan oleh anak. Dengan melihat kembali media yang digunakan oleh guru dalam menerangkan, anak didik dapat merevisi kembali informasi pelajaran yang pernah diterimanya tersebut. 

9.      Memperlancar Pelaksanaan Kegiatan Belajar-Mengajar dan Mempermudah Tugas Mengajar Guru
Dengan penggunaan media yang tepat, maka pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar akan lebihh efektif dan efisien.











BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
   Media pembelajaran adalah alat, sarana, perantara, dan penghubung untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perbuatan, minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi pada diri siswa. Dalam media pembelajaran terdapat dua unsur yang terkandung , yaitu (a) pesan atau bahan pengajaran yang akan disampaikan atau perangkat lunak, dan (b) alat penampil atau perangkat keras.
Secara hakikat media pembelajaran merupakan sebuah perangkat yang digunakan dalam sebuah kegiatan pembelajaran yang memiliki banyak manfaat jika dapat digunakan secara maksimal. Beberapa manfaat tersebut di antaranya akan saya sampaikan pada ulasan berikut ini.

Media pembelajaran membantu seorang tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya. Terkadang dalam menyampaikan sebuah materi pembelajaran maka seorang tenaga pendidik memerlukan bantuan alat atau perangkat yang digunakan untuk memperjelas apa yang disampaikannya. Dengan alat atau media ini maka seorang tenaga pendidik dapat lebih menguatkan maksud dan tujuan pembelajaran kepada para peserta didik.

Media pembelajaran dapat mempermudah bagi para peserta didik dalam memahami apa yang disampaikan oleh tenaga pendidiknya. Banyak materi pembelajaran yang disampaikan oleh tenaga pendidik yang bersifat abstrak.
Sehingga hal tersebut membuat para peserta didik menjadi kebingungan tentang apa yang disampaikan oleh tenaga pendidiknya. Dengan adanya media pembelajaran tersebut maka dapat membantu para peserta didik untuk lebih memahami apa yang disampaikan tenaga pendidiknya.

Dapat disimpulkan bahwa hakikat pembelajaran adalah :
§  Alat komunikasi untuk membawa informasi dari pengajar ke anak didik.
§  Memberi penguatan dan motivasi
§  Mencipakan kondisi yang dikontrol dengan baik
§  Melaih kreatifitas pembutan media berbasis teknologi informasi
§  Perkembangan teknologi komunikasi

B.       Saran
Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita sebagabi calon pendidik ke depannya mampu memahami media seperti apa yangb kita butuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar di dalam kelas dan membuat anak paham akan materi pembelajaran yang kita ajarkan.




















DAFTAR PUSTAKA

Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung. Alfbabeta



1 komentar:

  1. Top Casinos Near Me in Reno - MapyRO
    Find the best casinos in Reno, 사천 출장안마 Nevada, United States. 여주 출장샵 Address: 1 천안 출장마사지 Casino Drive, Reno, 영주 출장샵 Nevada 제천 출장샵 89103. Directions. Map.

    BalasHapus